Apa Itu Staking dan Bagaimana Bisa Hasilkan Passive Income?

by Bung Iwan

Staking crypto adalah proses pembelian dan penyisihan sejumlah aset kripto untuk berpartisipasi menjadi node validasi dalam jaringan blockchain yang menggunakan konsensus algoritma proof-of-stake. Untuk lebih paham mengenai apa itu staking crypto atau staking aset kripto, cara kerja, keuntungan, hingga risikonya. Mari simak penjelasannya berikut ini.

Update Berita Tentang Staking Crypto

  • Dua platform staking besar di dunia, Figment dan Chorus One, mengumumkan bahwa mereka tidak akan mendukung blockchain Terra 2.0, dengan alasan adanya kekhawatiran tentang cara proses pengambilan keputusan ditangani.
  • Belum lama ini, Polkadot memiliki fitur baru liquid staking yang berfungsi untuk memungkinkan pemilik cryptocurrency yang telah berjanji untuk mendukung proof-of-stake dengan mendedikasikan aset kripto mereka dalam proses tersebut, akan menerima semacam token IOU yang di-staking. Token itu kemudian dapat diinvestasikan untuk mendapatkan yield di aplikasi DeFi.

Apa Itu Staking Crypto?

Trading dan investasi bukan satu-satunya cara untuk menghasilkan passive income. Kamu bisa meraih keuntungan dalam industri kripto dengan cara staking. Staking crypto adalah sebuah proses ketika kamu berpartisipasi aktif dalam validasi transaksi dalam blockchain konsensus algoritma Proof of Stake (PoS).

Proof of Stake (PoS) adalah sebuah algoritma yang berperan untuk melakukan validasi transaksi berdasarkan konsensus terdistribusi. Validasi dilakukan berdasarkan berapa jumlah total aset kripto yang dimiliki.

Dengan staking, kamu akan mendapatkan passive income dalam bentuk reward atau bunga dari aset yang dikunci. Hal ini memudahkan kamu untuk memiliki diversifikasi pendapatan aset digital.

Dalam blockchain ini, siapa pun yang memiliki saldo minimum dapat memvalidasi transaksi dan mendapatkan imbalan. Dengan mengunci aset kripto tertentu, kamu memiliki kekuatan untuk membuat keputusan dalam jaringan. Ketika kamu berhasil memvalidasi transaksi, kamu akan menghasilkan pendapatan tambahan.

Bagaimana Cara Kerja Staking Crypto?

Staking crypto adalah salah satu cara yang paling populer untuk mendapatkan pendapatan pasif pada pasar perdagangan aset kripto. Metode ini dilakukan dengan menyimpan aset kamu pada wallet yang memiliki layanan staking. 

Aset yang disimpan itu akan dikunci ke dalam blockchain yang menggunakan konsensus algoritma Proof-of-Stake untuk jangka waktu tertentu. Jumlah keuntungan yang akan kamu peroleh tergantung pada harga dan jumlah aset kripto yang kamu kunci serta durasi kamu mengunci aset tersebut.

Mereka yang melakukan staking pada aset kripto (crypto assets) mereka dalam blockchain PoS biasanya disebut sebagai validator. Validator mendapatkan imbalan ketika mereka berhasil memvalidasi transaksi. Setiap PoS memiliki beragam aturan khusus untuk validatornya.

Ada yang menentukan aturan validasi berdasarkan periode penguncian aset atau menentukan batas minimum tertentu. Berdasarkan aturan dan algoritma validator, PoS bekerja untuk melakukan validasi secara aktual dan mendistribusikan imbalan untuk validator. Imbalan atau bunga biasanya dihitung berdasarkan jumlah aset yang dikunci.

Contoh, dalam blockchain PoS yang menggunakan aturan batas minimum, node akan menyetorkan sejumlah aset kripto yang dibutuhkan ke dalam jaringan lalu di kunci.

Jika node berhasil membuat blok baru, maka validator akan menerima imbalan. Semakin banyak jumlah aset kripto yang dikunci dan makin lama penguncian dilakukan, semakin besar keuntungan yang akan didapatkan.

Agar blockchain dapat bekerja secara efisien, validator harus menyediakan layanan yang stabil. Salah satu upaya untuk menjaga kestabilan PoS adalah dengan memotong bunga aset kripto yang dimiliki oleh validator yang bertindak curang. Pemotongan bunga ini dilakukan secara langsung oleh blockchain.

Apakah Staking Menguntungkan?

Staking bisa menjadi pilihan yang cocok untuk kamu yang ingin mendapatkan penghasilan pasif melalui aset kripto. Terutama bagi kamu yang tidak memiliki waktu untuk memantau pergerakan harga secara terus-menerus.

Staking dilakukan dengan mengunci aset. Nantinya kamu akan mendapat bunga atas aset yang dikunci. Sekilas, nampaknya sangat mudah dan menguntungkan. Tetapi, staking juga tidak terhindar dari kekurangan atau resiko.

Sebelum memutuskan untuk staking, lakukan riset terlebih dahulu dan pastikan platform yang kamu pilih merupakan platform yang terpercaya. Sebab, dengan melalui mekanisme ini, kamu diharuskan untuk mengunci aset kripto yang kamu miliki selama jangka waktu tertentu. Artinya, selama waktu tertentu, kamu tidak dapat menjual koin tersebut.

Hal tersebut tentu dapat merugikan kamu. Karena kamu kehilangan momen ketika nilai aset kripto tengah naik. Kamu juga tidak bisa menjual aset dan melakukan cut loss ketika harga sedang turun. Tetapi jika kamu memang merupakan seorang hodler, staking merupakan strategi yang cocok untuk kamu.

Risiko pertama dari staking crypto adalah kemungkinan adanya insiden pada keamanan siber yang dapat mengakibatkan hilangnya token yang kamu staking dalam exchange atau dompet kripto online tertentu. Untuk menghilangkan ancaman ini, beberapa investor kripto telah beralih ke cold staking, aktivitas yang melibatkan penyimpanan token kamu di perangkat keras seperti hard drive.

Cold storing aset kripto, dapat melindungi kepemilikan kamu dari serangan dunia maya. Hal ini dikarenakan hardware tidak akan terhubung ke internet. Namun, kehilangan atau kerusakan hardware juga dapat menjadi salah satu risiko saat menggunakan metode cold staking.

Risiko lain dari staking crypto adalah potensi adanya penurunan harga pada aset kripto selama periode staking. Karena staking bekerja dengan mengunci aset kripto, maka kamu tidak akan dapat melikuidasi kepemilikan atas aset kripto jika terjadi penurunan di pasar.

 

You may also like

Leave a Comment