Pentingnya Strategic Business Plan

Apa yang dimaksud dengan strategic business plan?
80% perusahaan tidak memiliki strategic business plan yang mampu mensinergikan berbagai bagian dalam perusahaan sehingga memiliki satu persepsi dan satu arah langkah. Padahal, selain ilmu bisnis dan manajemen menyarankannya, di dalam Alkitab pun banyak sekali kita diajarkan untuk melakukan perencanaan sebelum kita bekerja dan melakukan perhitungan sebelum kita bertindak. Jelas sekali, setiap bisnis atau perusahaan perlu memiliki perencanaan bisnis strategis yang lengkap.

Strategic business plan adalah sebuah rencana induk (master plan, blue print) yang berisikan berbagai perencanaan mengenai tujuan-tujuan dari sebuah bisnis beserta cara-cara mencapai tujuan tersebut, yang disusun secara komprehensif dan melibatkan semua bagian dalam sebuah bisnis/perusahaan.

Strategic business plan berfungsi untuk menyatukan persepsi dari manajemen atau kepemimpinan tingkat tertinggi hingga ke tingkat karyawan tentang apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Banyak perusahaan yang memiliki business plan atau rencana bisnis, tetapi perencanaannya tidak terpadu. Rencana yang tidak terpadu seperti ini tidak akan mampu menyatukan aktivitas berbagai departemen atau divisi di dalam perusahaan; masing-masing bagian pun berjalan sendiri-sendiri dan tidak menyatu atau terintegrasi. Ini terjadi di banyak perusahaan karena ketika menyusun business plan, mereka hanya melibatkan bagian marketing/pemasaran, produksi, dan keuangan, tanpa melibatkan bagian lain untuk berdiskusi di tingkat strategis. Akibatnya, sering kali bagian-bagian lain itu terlepas, tidak terintegrasi, sehingga kerja bersama tim dalam perusahaan menjadi terganggu atau mandek. Istilah yang sering dipakai untuk kondisi ini adalah SILO, yaitu bagian-bagian perusahaan berjalan sendiri-sendiri.

Mengapa Anda perlu menyusun strategic business plan yang terpadu?
Strategic business plan dapat dikembangkan dari rencana bisnis atau business plan yang sudah ada, asalkan menyatukan persepsi dari seluruh tingkat kepemimpinan dan karyawan, dengan memastikan bahwa isinya menjawab beberapa pertanyaan penting dan terpadu berikut ini:

  • Tujuan apa saja yang ingin dicapai oleh bisnis/perusahaan Anda dalam 3–5 tahun ke depan?
  • Bagaimana cara mencapai target-target perusahaan secara strategis dan sinergis?
  • Bagaimana cara menyamakan persepsi dari berbagai bagian dan tingkat dalam perusahaan agar tercapai satu persepsi yang sama?
  • Bagaimana strategi menghadapi persaingan bisnis secara efektif dan komprehensif?
  • Siapa saja anggota tim yang terlibat?
  • Kapan bisnis/perusahaan Anda dapat memulai mencapai masing-masing tujuannya?

“Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan.” (Amsal 13:16)
“Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.” (Amsal 21:5)

Enam langkah dalam menyusun strategic business plan:
1 Gambarkan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Pada langkah ini, Anda harus membahas dengan intensif produk atau jasa yang Anda tawarkan dan menjelaskan keuntungan apa saja yang dapat diperoleh konsumen dengan memilih produk atau jasa itu. Selain itu, cantumkan bagaimana dan di mana produk Anda diproduksi. Jika Anda menjalankan suatu usaha eceran, pastikan bahwa Anda menunjukkan rincian mengenai lokasi usaha dan demografi wilayah. Di samping itu, Anda harus memasukkan informasi tentang persaingan yang Anda hadapi dan menyebutkan pula kendala dan tantangan yang harus diatasi sebelum produk atau jasa itu mampu mencapai pasarnya.

2. Analisis pasar Anda. Sertakan informasi mengenai kebutuhan konsumen, bagaimana Anda berkeinginan untuk menjangkau konsumen, bagaimana Anda berencana untuk mengiklankan produk atau jasa yang Anda tawarkan, dan sebanyak apa uang yang hendak Anda belanjakan untuk pertumbuhan potensi pasar yang Anda garap. Pada langkah ini, Anda harus menyertakan juga rencana mendetail yang menunjukkan bagaimana Anda akan menyalurkan produk atau jasa ke konsumen.

3. Tentukan persaingan Anda dan jelaskan keuntungan yang bisnis/perusahaan Anda miliki dari setiap pesaing dalam ceruk pasar yang disasar. Bagian ini penting bagi investor dan Anda harus menggunakannya sebagai sarana untuk menonjolkan kekuatan bisnis/perusahaan Anda dan kelemahan pesaing Anda. Namun, penting juga untuk tetap realistis dan jujur terhadap diri sendiri serta terhadap pihak-pihak yang akan menjadi sumber dana Anda.

4. Gambarkan struktur, manajemen, dan strategi operasional bisnis/perusahaan Anda. Di sini, berikan penjelasan mengenai manufaktur, pembelian, pemilihan staf, serta pemerolehan peralatan dan fasilitas yang diperlukan. Anda harus menyertakan informasi mengenai bagaimana Anda akan membangun hubungan dengan para pemasok dan menonjolkan pengalaman tim manajemen Anda. Investor ingin mengetahui apakah tim manajemen Anda memahami pasar dan produk/jasa, serta apakah tim manajemen Anda memiliki pengalaman yang diperlukan untuk memulai usaha dengan baik dan menjalankannya.

5. Berikan informasi keuangan yang akurat dan mendetail untuk digunakan oleh calon investor. Anda wajib memberikan informasi keuangan prospektif (masa datang) dan historis (masa lalu). Ini juga termasuk laporan keuangan dan laporan kas setiap tahun selama bisnis/usaha Anda telah berjalan (biasanya selama tiga hingga lima tahun), termasuk Anda harus menjelaskan secara langsung ekspektasi dan pendapatan yang diharapkan di masa datang. Jaminan yang tersedia harus didaftarkan dengan jelas karena semua ini bisa menjadi faktor penting untuk mendapatkan pendanaan.

6. Ciptakan ringkasan eksekutif yang persuasif. Bagian ini bisa juga ditambahkan di bagian awal rencana bisnis, tetapi baik untuk dibuat di akhir penulisan rencana bisnis. Ringkasan eksekutif ini sebaiknya memuat informasi mengenai sejarah perusahaan, garis besar tujuan, deskripsi produk atau jasa, informasi mengenai pasar dan taksiran pertumbuhan, ringkasan mengenai tim manajemen Anda, dan sebuah pernyataan kuat mengenai kekuatan usaha dan mengapa Anda menginginkannya berhasil. Ringkasan eksekutif ini sebagian besar berupa rangkuman rencana bisnis Anda. Bedanya, ia harus ditulis sedemikian rupa agar pembaca (calon investor) berminat membaca lebih lanjut dan membacanya hingga selesai. Batasilah ringkasan eksekutif hingga tidak terlalu panjang.

Sekali lagi, ketika sebuah bisnis/perusahaan memiliki strategic business plan, ini berarti ia sudah memiliki kompas yang lengkap untuk setiap pemimpin dan karyawan melaksanakan tanggung jawabnya masing-masing, bagaikan fungsi dirigen dengan partitur lengkap untuk memimpin seluruh pemain musik dalam pagelaran orkestra.

Subscribe

Trimakasih untuk kunjungan anda di BungIwan.com untuk update info terbaru, Silahkan isi email anda. Trimakasih

No Responses

Tinggalkan Balasan