PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI

dari suatu anggapan untuk berbagai masalah dan metode yang absah; atau suatu kriteria untuk menentukan permasalahan yang dipertanyakan

Paradigma dalam komunikasi secara umum diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Paradigma klasik.

Paradigma ini menyatakan bahwa realitas sosial yang diamati oleh seseorang dapat digeneralisasikan pada semua orang yang biasa melakukan.

  1. Paradigma kritis

Teori ini memiliki ide suatu teori atas ketidakadilan yang terjadi dibalik fenomena sosial yang banyak diilhami oleh ajaran Marxis atau neo- Marxis (kiri baru), Teori ini bersifat aktif dalam menciptakan makna, bukan hanya sekedar pasif menerima makna atas dasar perannya pada teori konflik, dan dalam teori ini perilaku orang akan mengubah makna konteks yang terkandung selanjutnya.

  1. Paradigma konstruktivis

Menurut paradigma konstruktivisme, realitas sosial yang diamati oleh seseorang tidak dapat digeneralisasikan pada semua orang yang biasa dilakukan oleh kaum klasik dan positivis. Paradigma konstruktivisme menilai perilaku manusia secara fundamental berbeda dengan perilaku alam, karena manusia bertindak sebagai agen yang mengkonstruksi dalam realitas sosial mereka, baik itu melalui pemberian makna ataupun pemahaman perilaku dikalangan mereka sendiri.

Positivisme merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal diluar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme. Sedangkan Positivis adalah sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi.

Konstruktivis adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern.

Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak semerta-merta.

Analisis Definisi Komunikasi Menurut Harold Lasswell

Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom? with what effect?). (Lasswell 1960).

Analisis 5 unsur menurut Lasswell (1960):

  1. Who ? (siapa/sumber)

Sumber/komunikator adalah pelaku utama/pihak yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi atau yang memulai suatu komunikasi, bisa saja seorang individu, kelompok, organisasi, maupun suatu negara sebagai komunikator.

  1. Say what ? (pesan)

Apa yang akan disampaikan.dikomunikasikan kepada penerima (komunikan), dari pemberi (komunikator) merupakan seperangkat symbol verbal/non verbal yang mewakili perasaan, nilai, gagasan/maksud dari sumber tadi, terdiri dari 3 komponen yaitu makna, symbol untuk menyampaikan makna, dan bentuk.organisasi pesan.

  1. In which channel ? (saluran/media)

Adalah wahana/alat untuk menyampaikan pesan dari komunikator (sumber) kepada komunikan (penerima) baik secara langsung/tatap muka maupun secara tidak langsung (melalui media cetak/elektronik dll)

  1. To whom ? (untuk siapa/penerima)

Adalah orang / kelompok / organisasi / suatu negara yang menerima pesan dari sumber yang disebut tujuan (destination)/ pendengar (listener) / khalayak(audience) / komunikan / penafsir (decoder)

  1. With what effect ? (dampak/efek)

Dampak/efek yang terjadi pada komunian (penerima) setelah menerima pesan dari sumber, seperti perubahan sikap, bertambahnya pengetahuan, dll

Kesimpulan:
Komunikasi adalah pesan yang disampaikan kepada komunikan (penerima) dari komunikator (sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung / tidak langsung dengan maksud memberikan dampak / effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator. Yang memenuhi 5 unsur who, says what, in which channel, to whom, with what effect.

Hypodermic Needle Theory (Teori Jarum suntik)

Teori ini menganggap media massa memiliki kemampuan penuh dalam mempengaruhi seseorang dikarenakan pada umumnya khalayak dianggap hanya sekumpulan orang yang homogen dan mudah dipengaruhi sehingga pesan yang disampaikan pada mereka akan selalu diterima, penyampaian pesan dalam teori hanya satu arah dan mempunyai efek yang sangat kuat terhadap komunikan atau si penerima pesan.

Agenda Setting

Teori yang menyatakan bahwa media massa berlaku merupakan pusat penentuan kebenaran dengan kemampuan media massa untuk mentransfer dua elemen yaitu kesadaran dan informasi ke dalam agenda publik dengan mengarahkan kesadaran publik serta perhatiannya kepada isu-isu yang dianggap penting oleh media massa.

Dua asumsi dasar yang paling mendasari penelitian tentang penentuan agenda adalah:

  1. masyarakat pers dan mass media tidak mencerminkan kenyataan; mereka menyaring dan membentuk issu
  2. konsentrasi media massa hanya pada beberapa masalah masyarakat untuk ditayangkan sebagai isu-isu yang lebih penting daripada isu-isu lain;

Teori kecemasan : Freud

suatu perasaan afektif yang tidak menyenangkan yang disertai dengan sensasi fisik yang mengikutkan orang terhadap bahaya yang akan datang. Kecemasan melibatkan persepsi tentang perasaan yang tidak menyenangkan dan reaksi fisiologis, dengan kata lain kecemasan adalah reaksi atau situasi yang diannggap berbahaya.

Ciri-ciri komunikasi Interaktif

  1. Orang yang terlibat didalamnya bisa berinteraksi dengan bebas dan leluasa
  2. Adanya umpan balik
  3. Pesan dapat dilakukan dengan tulisan, suara atau gambar
  4. Menggunakan media interaktif berupa sarana multimedia

Contoh

Pengguna media internet seperti chatting dan email, disini antara si pengirim dan si penerima pesan bisa langsung menerima feedback penerima pesan

Groupthink adalah istilah untuk keadaan ketika sebuah kelompok membuat keputusan yang tidak masuk akal untuk menolak anggapan/ opini publik yang sudah nyata buktinya, dan memiliki nilai moral, yang datang dari beberapa individu berpengaruh dalam kelompok yang irrasional tapi berhasil mempengaruhi kelompok dengan melakukan aksi-aksi yang tidak masuk akal dan tidak mempedulikan pendapat-pendapat yang bertentangan diluar kelompok. Kelompok yang terkena sindrom groupthink biasanya adalah kelompok yang anggota-anggotanya memiliki background yang sama, terasing (tidak menyatu, terisolir) dari pendapat-pendapat luar, dan tidak ada aturan yang jelas tentang proses pengambilan keputusan.

Singkatnya tentang groupthink, terjadi manakala ada semacam konvergenitas pikiran, rasa, visi, dan nilai-nilai di dalam sebuah kelompok menjadi sebuah entitas kepentingan kelompok, dan orang-orang yg berada dalam kelompok itu dilihat tidak sebagai individu, tetapi sebagai representasi dari kelompoknya. Apa yang dipikirkan, dirasa, dan dilakukan adalah kesepakatan satu kelompok. Tidak sedikit keputusan-keputusan yang dibuat secara groupthink itu yang berlawanan dengan hati nurani anggotanya, maupun orang lain di luarnya. Namun mengingat itu kepentingan kelompok maka mau tidak mau semua anggota kelompok harus kompak mengikuti arah yang sama agar tercapai suatu kesepakatan bersama.

Faktor utama yang sering menjadi dasar terjadinya groupthink adalah Concurrent Seeking Behavior adalah perilaku kecenderungan saling ketergantungan dan kesepakatan bersama untuk bersatu dalam memecahkan masalah dalam kelompok. Perilaku ini muncul dipengaruhi variabel kelompok kohesif, struktur kelompok yang jelek dan konteks provokatif. Ketiga variabel inilah yang mempengaruhi kelompok untuk cenderung menggunakan groupthink dalam pemecahan masalah. yang disebabkan oleh stres dan kecemasan, Stres dan kecemasan akan ketidakmampuan dan ketidakpercayaan diri mengahdapi masalah menyebakan kelompok cenderung menghindari dan lari dari masalah. Kepercayaan diri yang berlebihan menyebabkan kecenderungan mengambil resiko yang terlalu besar yang tidak sebanding dengan manfaat yang akan diperoleh organisasi dari keputusan yang tidak rasional.

Contoh

Pada waktu meledaknya pesawat ruang angkasa Challenger. Padahal salah satu mekaniknya sudah faham kalau ada yang tidak beres dengan pesawat tersebut, sebelum diadakan peluncuran. Tetapi karena kepala mekanik sudah mengatakan bahwa pesawat dalam kondisi siap luncur, maka para anggota mekanik harus menjalankan tugasnya. Akhirnya, pesawat itu meledak diangkasa yang menewaskan seluruh awaknya. Namun para mekanik tetap membela kelompoknya dengan alasan bahwa suatu kecelakaan lumrah saja terjadi. Jadi tidak ada pihak yang salah. Namun tentunya, pengakuan mereka dianggap demikian oleh masyarakat sejauh media massa memberitakannya sesuai dengan alasan seluruh mekanik tersebut.

Asumsi penting dalam Groupthink Theory

  1. Terdapat kondisi-kondisi di dalam kelompok yang mempromosikan kohesivitas tinggi.
  2. Pemecahan masalah kelompok pada intinya merupakan proses yang terpadu.
  3. Kelompok dan pengambilan keputusan oleh kelompok seringkali bersifat kompleks. Sebagai tambahan wawasan kita tentang kelompok “groupthink”.

                                                                                            

Pemikiran menurut Janis

  1. Kelompok membatasi diskusi berdasarkan ide alternatif yang sudah ditentukan dan menutup kemungkinan atas ide kreatif lainnya. Sehingga keputusan kelompok yang diambil cenderung datar karena tidak ada penggalian ide yang mendalam.
  2. Tidak adanya pengkajian ulang atas ide awal yang dikemukakan oleh segelintir individu pemilik power terbesar dalam kelompok, Pengabaian pendapat minoritas.
  3. Memusatkan perhatian hanya pada informasi yang mendukung pengambilan keputusan.
  4. Kelompok terlalu percaya diri pada keputusan yang dibuat sehingga tidak meyiapkan alternatif untuk menghadapi hal buruk yang mungkin terjadi.

Peran media massa

Memiliki peran yang sangat banyak seperti mempengaruhi mentalitas masyarakat, terlebih diera globalisasi seperti sekarang ini,media massa juga memiliki  komponen-komponen penting yang didalamnya tidak dapat diabaikan,tidak hanya sebagai penerima dan penyampai informasi saja. Karena media massa itu sendiri jauh lebih efektif dibanding informasi yang disampaikan dari individu ke individu lain. Keberadaan media massa sendiri saat ini sudah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari  yang tidak bisa dilepaskan oleh manusia, kehebatan media masa sendiri menjadikan media masa sebagai komponen penting dalam pembentukan kepribadian masyarakat, jadi tinggal masyarakat sendiri bagaimana memanfaatkannya.

Komunikasi dan Budaya

Hubungan antara komunikasi & budaya dapat diibaratkan seperti sekeping mata uang logam, artinya jika sekeping mata uang logam dilempar maka yang akan tampak kalau tidak gambar atau angka. Demikian juga, kalau tidak budaya mempengaruhi komunikasi atau komunikasi mempengaruhi budaya. Jadi antara komunikasi dan budaya tidak bisa dipisahkan, saling mempengaruhi (mempunyai hubungan timbal balik).

Hubungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

Komunikasi – Budaya

Melalui komunikasi kita membentuk  kebudayaan

Budaya – Komunikasi

Kebudayaan menentukan aturan & pola-polakomunikasi. Keseluruhan perilaku komunikasi individu     terutama tergantung pada kebudayaannya.

Penjelasan:
Komunikasi –> Budaya

Jika bukan karena kemampuan manusia untuk berkomunikasi (menciptakan bahasa simbolik) tidak dapat dikembangkan pengetahuan, makna, simbol, nilai-nilai, aturan dan tata upacara yang memberikan batasan dan bentuk pada hubungan-hubungan.
Melalui komunikasi kita dapat mewariskan unsur-unsur kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya serta dari satu tempat ke tempat lain.

Budaya –> Komunikasi

Komunikasi merupakan sarana yang dapat menjadikan individu sadar akan dan menyesuaikan diri dengan subbudaya-subbudaya atau kebudayaan asing yang dihadapinya.

Kesimpulan

Jadi kebudayaan dirumuskan, dibentuk, ditransmisikan dan dipelajari melalui komunikasi.

Subscribe

Trimakasih untuk kunjungan anda di BungIwan.com untuk update info terbaru, Silahkan isi email anda. Trimakasih

No Responses

Tinggalkan Balasan