Dari Hati keluar melalui Mulut

Sadarkah kita berapa banyak kata-kata yang kita keluarkan setiap hari? Menurut berbagai survei yang pernah dilakukan, ternyata wanita mengeluarkan rata-rata 20.000 kata per hari, sementara pria mengeluarkan rata-rata 13.000 kata per hari. Angka ini terkesan besar, tetapi di era digital saat ini, kata-kata yang kita keluarkan bahkan mungkin lebih banyak lagi, karena ditambah dengan banyaknya kata-kata tertulis yang diketik oleh jari-jari lincah kita di media sosial.

Pada dasarnya kata-kata yang kita keluarkan memiliki dua macam efek, yaitu menguatkan atau melemahkan (bahkan, menghancurkan hidup). Sebagian orang mengalami hidupnya menjadi lemah karena perkataan buruk yang pernah diterimanya, sementara sebagian orang lain hidupnya dikuatkan karena perkataan baik yang juga pernah diterimanya. Lalu, bagaimana kita membedakan perkataan yang menguatkan dan perkataan yang justru melemahkan?

Tidak jarang, awalnya kita berpikir perkataan yang kita keluarkan sebenarnya bertujuan baik, tetapi kenyataannya justru perkataan itu berefek melemahkan. Demikian pula, ada perkataan yang kita ucapkan begitu saja ternyata berefek menguatkan bagi pendengarnya. Tentu kita masing-masing pun mengalaminya. Apa yang menyebabkan perbedaan efek ini?

Untuk memahami perbedaannya, kita perlu mengingat bahwa segala perkataan yang keluar dari mulut kita sesungguhnya meluap dari hati. Isi hati kita menentukan perkataan apa yang keluar dari mulut kita dan efek apa yang ditimbulkannya. Mari kita mulai mengevaluasi diri: dari 20.000 atau 13.000 kata yang kita keluarkan setiap hari, berapa banyak perkataan itu menguatkan hidup orang lain?

Perkataan yang menguatkan bersumber dari hati yang benar, dan hati yang benar adalah hati yang dipenuhi dan berfokus pada Firman Tuhan. Ketika hati dan pikiran kita dipenuhi Firman Tuhan, perkataan yang kita keluarkan tentu adalah perkataan dengan dasar Firman. Perkataan inilah yang akan berefek yang menguatkan hidup orang lain. Untuk membangun hati yang menjadi sumber perkataan semacam ini, kita perlu melakukannya bersama-sama dalam komunitas. Dalam komunitas sel atau kelompok pemuridan, kita terus saling menguatkan lewat perkataan Firman, sehingga hati kita bersama semakin dipenuhi oleh Firman dan kita pun berlatih untuk saling mengucapkan perkataan yang baik. Hidup kita menjadi lebih kuat karena terus-menerus mengalami kasih karunia Tuhan lewat efek perkataan itu. Dengan demikian, kita bebas dari penghakiman; bebas dari rasa khawatir; bebas dari kesedihan; dan bebas dari hal-hal yang melemahkan hidup. Selanjutnya, kita hanya perlu terus menjaga dan memeriksa diri masing-masing, agar gaya hidup membangun hati yang benar dan perkataan yang baik ini terus dipraktikkan bersama-sama.

Gaya hidup ini perlu dipraktikkan mulai dari lingkup terdekat seperti pasangan, keluarga, sahabat dekat, tetangga, teman-teman sekolah/kuliah maupun rekan-rekan kerja: membangun hati yang benar dengan Firman Tuhan dan menjaga perkataan baik yang menguatkan. Selanjutnya, kita harus terus melanjutkannya ke lingkup yang lebih besar. Apalagi, akhir-akhir ini secara khusus kita sering melihat perkataan atau berita negatif tentang para pemimpin, negara, bangsa, dan kota kita. Kita sebagai orang percaya, anak-anak Tuhan, harus tetap teguh dan konsisten menjaga kondisi hati yang benar dan mengeluarkan perkataan baik, yang berefek menguatkan kepada para pemimpin, negara, bangsa, dan kota kita. Orang percaya harus menjadi terang di mana pun kita berada.

Mari memulainya hari ini. Jagalah hati kita masing-masing dengan Firman Tuhan dan ucapkan perkatan baik yang bersumber dari hati yang penuh Firman itu; maka kita akan menyaksikan dampaknya dan hidup orang-orang yang mendengar perkataan baik kita menjadi dikuatkan.

 

Tetapi apakah katanya? Ini: ‘Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu. ‘ Itulah Firman iman, yang kami beritakan.” (Roma 10:8)

Subscribe

Trimakasih untuk kunjungan anda di BungIwan.com untuk update info terbaru, Silahkan isi email anda. Trimakasih

No Responses

Tinggalkan Balasan